MERDEKA UNTUK PALESTINA

Siasat hasrat tak pernah usai
Kian memberi ombak kematian pada setiap menit
Tiada apa dan mengapa ia keji dalam hal ini
Tak memberi rasa tentram pada mereka yang malang ini
            Apa kabar mu wahai saudariku?
            Apa engkau masih bertahan pada tenda biru yang membuat mu lelah?
            Apa dinginnya malam kian menggebu – gebu ?
            Apa ada secuai padi yang ia beri pada mu ?
Wahai granat tak bernyawa ..
Kian memohon pada mu untuk berhenti
Mereka tak bersalah ..
Mereka bukan lawan dari segalanya..
Mereka tak tahu apa ..
Jangan mereka yang engkau dusta.
            Hilir sungai mengalir bagai darah yang tak pernah berhenti menetes
            Pada mereka yang tak bersalah
            Keji....
            Sungguh keji anganmu memaksa kehendaknya
            Tanpa kau pikir memberi senapan api padanya..
Apa kau sosok penerima akal?
Dari-Nya maha pemurah
Kemanakah kau hempaskan hati mu itu?
Hingga tiada perih yang kau rasa
            Sungguh malang mereka
            Bening air mata kian mengalir
            Tak kau hiraukan
            Terus kau lanjutkan
Tanpa mengirakan desir angin yang menggejolak
Kau bahkan ikut menggejolak
Sungguh dramatis yang mereka lakukan
Kau ...
Bagai preman pasar yang melebihi candaan
            Apa yang kau rasakan saudariku?
            Masih dapatkah engkau bertahan?
            Di sini kami turut mendoakan mu
Untuk mu...
Kemerdekaan PALESTINA
Harapku pasukan pasukan tak berhati segera berhenti
Sebab , begitu banyak hati yang mereka sakiti
Hingga mereka mati tanpa dihormati
            Jarum jam kian memberi arti
            Bagaimana kondisi di lubuk hati
            Aku kian melirih
            Meratapi gambar ini dan itu dalam bingkai kesedihan hati
Memang aku tak berada di sana
Namun kian ku rasakan pedih yang mereka alami
Aku kian ingin kesana
Namun apalah daya diri yang tak sampai
            Pikir ku ..
            Bagaimana dengan balita?
            Bagaimana dengan remaja yang seumuran dengan ku ?
            Nyatanya pasukan tak berhati itu
Sungguh tak mengenal usia
Semua mereka beri ajaran
Semua mereka hentikan
Kewajiban dari seorang MUSLIM pun ia tepikan
Astagfirullah
Sungguh malang saudariku ...
            Dengan ini aku teringat akan hal itu
            Saat diri ku tiada
            Bahkan mungkin ayah dan ibu tiada bersama
            Kain berderakan MERAH DAN PUTIH
            Di semaikan dalam tiang tinggi
Dalam hal ini...
Sorakan dari para pejuang Negeri
Untuk merdeka dari serangan tentara jepang
Untuk merdeka rakyat INDONESIA
            Alur puisi kian ku semaikan
            Rasa pada diri ku hampir tiada henti menuliskan
            Semua kisah tentang mu
            Kisah perjuangan lepas dari kesiksaan ISRAEL
Merdeka untuk PALESTINA ...
Lepaskan lah mereka
Kasihanilah mereka
Mungilnya bayi pada tenda itu pun kau beri api
            Dimanakah akal sehat mu ..
Wahai tentara ISRAEL
Kau matikan mereka bagai listrik
Tak kau beri kesempatan
Hingga nyawa berterbangan tanpa belas kasihan..
Berikan mereka kebebasan..
Hentikan serangan bidikan..
Dinginlah wahai ISRAEL
            Jauhkan senapan itu darinya
            Rangkullah meraka sebagai saudari kita
            Biarkan mereka merasakan kemerdekaan
            Tepiskan rasa perang dalam diri mu
Hentikan..
Hentikan untuk masa depan
Sebab perdamaian adalah kunci dari segala dendam..
Majulah rakyat PALESTINA..
Merdeka .....





                                                                                                            Indonesia, 10 Desember 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

28 OKTOBER 2017